Relasi Kuasa dan Transformasi Konflik: Studi Kualitatif Komunitas Sega Mubeng Kota Baru Yogyakarta Berdasarkan Teori Dahrendorf
DOI:
https://doi.org/10.52436/1.jishi.383Kata Kunci:
Lintas Iman, Ralf Dahrendorf, Sega Mubeng, Teori KonflikAbstrak
Penelitian ini mengkaji dinamika konflik laten dan proses pembentukan solidaritas dalam praktik filantropi lintas iman Komunitas Sega Mubeng yang beroperasi di Pastoran Gereja Katolik Padua, Kota Baru, Yogyakarta. Inisiatif berbagi makanan yang awalnya dimaksudkan sebagai respon terhadap kerentanan sosial masyarakat miskin kota justru memunculkan kecurigaan sebagian warga terhadap kemungkinan adanya kristenisasi. Situasi ini menunjukkan adanya ketegangan simbolik dan relasi kuasa yang tidak seimbang antara pihak gereja sebagai pemilik sumber daya dan masyarakat penerima bantuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana konflik laten tersebut muncul, dinegosiasikan, dan pada akhirnya bertransformasi menjadi bentuk solidaritas reflektif melalui kerangka teori konflik Ralf Dahrendorf. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, bertujuan memahami secara mendalam relasi kuasa, ketimpangan sosial, dan transformasi solidaritas di dalam komunitas tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi dan studi pustaka terhadap praktik kegiatan, interaksi volunteer, serta respon masyarakat penerima bantuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik laten berupa kecurigaan terhadap dominasi simbolik agama berakar pada ketimpangan otoritas antara pemberi dan penerima bantuan. Namun, melalui interaksi yang konsisten, terbuka, dan non-dogmatis, prasangka tersebut berangsur hilang dan bergeser menjadi kepercayaan. Transformasi ini memperlihatkan bahwa konflik dapat berfungsi sebagai mekanisme perubahan sosial positif yang memperkuat kohesi sosial dalam masyarakat plural. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap penguatan teori konflik Dahrendorf melalui bukti empiris praktik filantropi lintas iman serta menawarkan implikasi bagi pengembangan model solidaritas sosial di ruang publik Indonesia.
Referensi
Aini, N., & Haryanto, J. T. (2021). Interfaith collaboration and social cohesion in urban communities. Journal of Social Studies, 17(2), 145–160. https://doi.org/10.15294/jss.v17i2.30142
Arifin, L., Nurhadi, R., & Adibah, Z. (2023). Filantropi Islam dan Kristen: Studi komparatif. Saliha: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 6(1), 79–95. https://doi.org/10.31332/saliha.v6i1.5086
Bellah, R. N. (1967). Civil religion in America. Daedalus, 96(1), 1–21.
Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). The social construction of reality: A treatise in the sociology of knowledge. Anchor Books.
Berger, P. L. (1990). The sacred canopy: Elements of a sociological theory of religion. Anchor Books.
Berger, P. L. (1999). The desecularization of the world: Resurgent religion and world politics. Eerdmans.
Casanova, J. (1994). Public religions in the modern world. University of Chicago Press. Castells, M. (1996). The rise of the network society. Blackwell.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.
Dahrendorf, R. (1959). Class and class conflict in industrial society. Stanford University Press.
Dahrendorf, R. (1988). The modern social conflict: An essay on the politics of liberty. University of California Press.
Durkheim, E. (1984). The division of labor in society. Free Press.
Erfan, M. (2021). Spirit filantropi Islam dalam tindakan sosial rasionalitas nilai Max Weber. Jesya: Jurnal Ekonomi dan Ekonomi Syariah, 4(1), 54–64. https://doi.org/10.36778/jesya.v4i1.313
Giddens, A. (1991). Modernity and self-identity: Self and society in the late modern age. Polity Press.
Goodman, D., & Ritzer, G. (2014). Teori sosiologi (Edisi revisi). Kreasi Wacana.
Hanafi, F. A., & Wibisono, S. (2020). Religious charity and social trust in plural societies. Indonesian Journal of Sociology and Anthropology, 22(1), 33–48. https://doi.org/10.7454/ijsa.v22i1.12345
Hefner, R. W. (2011). Civil Islam: Muslims and democratization in Indonesia. Princeton University Press.
Knitter, P. F. (2002). Introducing theologies of religions. Orbis Books.
Latief, H., & Nashir, H. (2020). Faith-based organizations and humanitarian action in Indonesia. Journal of Humanitarian Studies, 8(1), 1–15. https://doi.org/10.7226/jhs.v8i1.421
Maia, J. (2019). Iman, harapan, dan kasih merupakan kebajikan utama hidup Kristiani. Jurnal Jumpa, 7(10), 1–11.
Melucci, A. (1996). Nomads of the present: Social movements and individual needs in contemporary society. Temple University Press.
Nurhadi, R., & Arifin, L. (2022). Interfaith philanthropy and conflict transformation in local communities. Jurnal Sosiologi Reflektif, 16(2), 245–260. https://doi.org/10.14421/jsr.v16i2.3311
Prabowo, M. A. (2019). Religious encounters and negotiation of identity in Indonesian public space. Studia Sociologica, 10(1), 56–70. https://doi.org/10.5281/zenodo.3347829
Suharto, E. (2006). Membangun masyarakat memberdayakan rakyat: Kajian strategis pembangunan kesejahteraan sosial dan pekerjaan sosial. Refika Aditama.
Suyanto, B. (2010). Masalah sosial anak Indonesia. Kencana.
Wuthnow, R. (1991). Acts of compassion: Caring for others and helping ourselves. Princeton University Press.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods. Sage Publications.










