The Dual Roles of Career Women in the Family: A Critical Analysis of the Narrative of Dysfunction in Relational Justice

Penulis

  • Muhammad Hanif Muntashir UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia
  • Khiyaroh Sekolah Tinggi Agama Islam, Yogyakarta, Indonesia
  • Muhamad Muslih Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
  • A. Rachmat Wirawan Universitas Terbuka, Indonesia
  • Alief Akbar Musaddad Universitas Islam Darussalam, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52436/1.jishi.636

Kata Kunci:

Disfungsi Keluarga, Keadilan Relasional, Mub?dalah, Perempuan Karir, Peran Ganda

Abstrak

Meningkatnya partisipasi perempuan menikah di dunia kerja melahirkan peran ganda yang kerap dikaitkan dengan disfungsi dan disharmoni keluarga. Narasi ini cenderung menempatkan perempuan karir sebagai sumber utama persoalan rumah tangga dan mengabaikan faktor relasional serta struktural. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran ganda perempuan karir dalam keluarga menurut hukum keluarga Islam, mengkritisi narasi disfungsi keluarga yang dilekatkan pada perempuan karir, dan merekonstruksi pembagian peran suami-istri melalui perspektif Mub?dalah dan maq??id al-shar?‘ah. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan normatif-kritis dengan pendekatan yuridis-kualitatif dan konseptual. Bahan primer meliputi ayat Al-Qur’an dan hadis tentang relasi suami-istri, Undang-Undang Perkawinan, Kompilasi Hukum Islam, dan Qira’ah Mubadalah; bahan sekunder meliputi artikel jurnal dan buku tentang perempuan karier, patriarki, konflik keluarga, Mubadalah, dan maqasid. Data dianalisis secara interpretatif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi sumber dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan perempuan di ruang publik tidak otomatis menyebabkan disfungsi keluarga. Persoalan lebih berakar pada ketimpangan pembagian peran dan beban domestik-ekonomi, pola komunikasi yang kurang terbuka, budaya patriarki, serta struktur relasi yang tidak adaptif terhadap perubahan sosial. Perspektif Mub?dalah menempatkan suami dan istri sebagai mitra yang memikul tanggung jawab secara timbal balik, sedangkan maq??id al-shar?‘ah menegaskan bahwa kemaslahatan keluarga menuntut relasi yang adil dan tidak membebani salah satu pihak. Kebaruan penelitian terletak pada perumusan uji keadilan relasional yang membedakan peran ganda sebagai kondisi kerja dari disfungsi sebagai persoalan pemenuhan kewajiban bersama. Kerangka ini mengarahkan penafsiran hukum keluarga Islam pada pembagian peran yang fleksibel, musyawarah, dan kesalingan, sekaligus menyediakan pertimbangan normatif bagi penyelesaian perselisihan perkawinan.

Referensi

Abou El Fadl, K. (2001). Speaking in God's name: Islamic law, authority and women. Oneworld.

Ali, K. (2016). Sexual ethics and Islam: Feminist reflections on Qur'an, hadith, and jurisprudence (Rev. ed.). Oneworld.

Auda, J. (2008). Maqasid al-Shariah as philosophy of Islamic law: A systems approach. International Institute of Islamic Thought.

Badan Pusat Statistik. (2026). Indeks ketimpangan gender (IKG) Indonesia 2025 [Berita resmi statistik]. https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/05/05/2576/indeks-ketimpangan-gender.html

Barlas, A. (2002). "Believing women" in Islam: Unreading patriarchal interpretations of the Qur'an. University of Texas Press.

Bianchi, S. M., Sayer, L. C., Milkie, M. A., & Robinson, J. P. (2012). Housework: Who did, does or will do it, and how much does it matter? Social Forces, 91(1), 55–63.

Blackburn, S. (2004). Women and the state in modern Indonesia. Cambridge University Press.

Cut, A. I., & Nasir, M. (2025). Wanita karir dalam perspektif hukum Islam (Tinjauan keluarga sakinah dosen STAI Jamiatut Tarbiyah Lhoksukon Aceh Utara). Al-Madaris: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman, 6(1), 13–23. https://doi.org/10.47887/amd.v6i1.193

Daharis, A., Pradana, S. Y., Hasibuan, K., Fadjriani, L., & Mardiansyah, H. (2025). Relevansi konsep mubadalah dalam relasi suami-istri menurut hukum keluarga Islam. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(3), 1557–1563. https://doi.org/10.56338/jks.v8i3.7201

Eramawati, S. (2016). Peran ganda wanita karir (Konflik peran ganda wanita karir ditinjau dalam perspektif Islam). Jurnal Edutama, 2(2).

Fatimah, T. (2015). Wanita karir dalam Islam. Musawa, 7(1), 29–51.

Greenhaus, J. H., & Beutell, N. J. (1985). Sources of conflict between work and family roles. Academy of Management Review, 10(1), 76–88.

Guspidawati, L., Ismail, H., & Syarifandi, S. (2025). Tafsir maq?shid? atas ayat-ayat keluarga dan relevansinya bagi problematika rumah tangga Muslim Indonesia. Nusantara: Journal for Southeast Asian Islamic Studies, 21(2), 177–190. https://doi.org/10.24014/nusantara.v21i2.38526

Hafani, M. H., & Buldani, M. N. (2025). Patriarki dan kekuasaan: Bagaimana laki-laki mengendalikan kehidupan dalam keluarga. ASA: Jurnal Kajian Hukum Keluarga Islam, 7(1), 1–12. https://doi.org/10.58293/asa.v7i1.120

Hafis, M., & Nelli, J. (2023). Hukum keluarga Islam Indonesia: Konsep maslahah terhadap perkembangan hukum keluarga Islam di Indonesia (Cetakan pertama). Deepublish.

Hafis, M., Nurriyanto, E. W., Nelli, J., Syafitri, J., & Rafia’aturrahmah. (2025). The principle of Mub?dalah in Islamic family law: A functional sociological approach to reducing domestic conflict. Ma’mal: Jurnal Laboratorium Syariah dan Hukum, 6(4), 388–411. https://doi.org/10.15642/mal.v7i5.477

Hallaq, W. B. (2009). An introduction to Islamic law. Cambridge University Press.

Herdayanti, A. (2018). Peran ganda perempuan petani cengkeh di Desa Benteng Gantarang Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba [Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar]. Repositori UIN Alauddin Makassar. https://repositori.uin-alauddin.ac.id/13165/

Hermanto, A., & Nisa’, I. S. (2024). Ekologi rumah tangga harmonis: Konsep mubadalah sebagai kunci utama. The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law, 5(1), 92–108. https://doi.org/10.51675/jaksya.v5i1.734

Hochschild, A. R., & Machung, A. (2012). The second shift: Working families and the revolution at home (Rev. ed.). Penguin Books.

Husniyati, S. (2021). Systematic literature review tentang dilematika dan problematika wanita karir: Apakah mendahulukan karir atau rumah tangga terlebih dahulu. Journal of Contemporary Islamic Counselling, 1(2), 115–126. https://doi.org/10.59027/jcic.v1i2.80

Imaduddin, A., & Firdausi, M. (2023). Istilah “suami sebagai kepala keluarga dan istri sebagai ibu rumah tangga” dalam Undang-Undang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam perspektif feminisme. The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law, 4(2), 156–168. https://doi.org/10.51675/jaksya.v4i2.576

Imtihanah, A. H. (2020). Hukum keluarga Islam ramah gender: Elaborasi hukum keluarga Islam dengan konsep mubadalah. Kodifikasia, 14(2), 263–282. https://doi.org/10.21154/kodifikasia.v14i2.2197

Indonesia. (1974). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Indonesia. (1984). Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Wanita.

Indonesia. (1991). Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam.

Indonesia. (2004). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.

Indonesia. (2019). Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

International Labour Organization. (2018). Care work and care jobs for the future of decent work. ILO.

Jalil, A. (2021). Manajemen konflik dalam keluarga relevansinya dalam membentuk keluarga sakinah. Al-Maqasidi: Jurnal Hukum Islam Nusantara, 4(1), 55–68. https://doi.org/10.32665/almaqashidi.v4i1.906

Jannah, M., Afdal, A., & Hariko, R. (2024). Problematika peran ganda wanita karir: Strategi bimbingan dan konseling dengan konseling feminist dalam mengatasi tantangan. Indonesian Journal of Counseling and Development, 6(2), 68–79. https://doi.org/10.32939/ijcd.v6i2.4100

Kharismawati, R. N. (2021). Perlindungan kaum perempuan dalam perspektif keislaman dan keindonesiaan. Syariati: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Hukum, 7(2), 195–206. https://doi.org/10.32699/syariati.v7i2.2106

Kodir, F. A. (2019). Qir?'ah mub?dalah. IRCiSoD.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Sage Publications.

Mir-Hosseini, Z. (2003). The construction of gender in Islamic legal thought and strategies for reform. Hawwa, 1(1), 1–28.

Mir-Hosseini, Z., Vogt, K., Larsen, L., & Moe, C. (Eds.). (2013). Gender and equality in Muslim family law: Justice and ethics in the Islamic legal tradition. I.B. Tauris.

Morocco. (2004). Family Code (Moudawana), Law No. 70.03, Articles 4 and 51. https://leap.unep.org/en/countries/ma/national-legislation/moroccan-family-law-no-7003-moudawana-2004

Naswa, A. A., Ulfazah, Y., Hasmanita, P., & Kausar, A. (2026). Between normative provisions and social reality: The implementation of child custody under Article 105 of the Indonesian Compilation of Islamic Law in Sialang Munggu, Pekanbaru. Usriyyat: Indonesian Journal of Islamic Family Law, 1(1), 59–77. https://doi.org/10.66277/uijifla.1.1.5

Nurizzah, A., Fitriani, A. Z., Putri, F. K., Setiyawan, M., & Fatimah, S. (2025). Studi literatur: Dinamika budaya patriarki dalam keluarga. Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling, 17(1), 581–590. https://cibinstitute.id/index.php/liberosis/article/download/4131/3993/13132

Parsons, T., & Bales, R. F. (1955). Family, socialization and interaction process. Free Press.

Rahmayati, T. E. (2020). Konflik peran ganda pada wanita karier. Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan, 3(1), 152–165.

Ridgeway, C. L. (2011). Framed by gender: How gender inequality persists in the modern world. Oxford University Press.

Robiatussoleha, R. A., Hapid TA, A., & Afrizal, S. (2024). Analisis perceraian berdasarkan perspektif gender pada wanita karir (Studi kasus di Kecamatan Pabuaran Kabupaten Serang). Edu Sociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 7(1), 351–358. https://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/ES/article/download/2027/1287

Salsabila, A. P., & Nasrulloh. (2026). Integrasi maqasid syari'ah dalam penataan peran ganda perempuan perspektif Al-Qur'an. Al-Kindi: Jurnal Pendidikan Islam Multidisipliner, 2(1), 41–57.

Supreme Court of Indonesia. (2016). Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. https://jdih.mahkamahagung.go.id/legal-product/perma-nomor-1-tahun-2016/detail

Syafitri, J., & Ulfah, S. M. (2024). Ecocentrism as reconciliation of the exploitation of women and nature by capitalist anthropocentrism: A review of the interpretation of Al-Tahrir wa Al-Tanwir. Al-’All?mah: Journal of Scriptures and Ulama Studies, 1(1), 1–20. https://doi.org/10.70017/al-allmah.v1i1.1

Tunisia. (1993). Code du statut personnel, Article 23 (as amended by Law No. 93-74 of 12 July 1993). https://lois.tn/code/csp

Tuwu, D. (2018). Peran pekerja perempuan dalam memenuhi ekonomi keluarga: Dari peran domestik menuju sektor publik. Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian, 13(1), 63.

Ulfah, S. M., & Syafitri, J. (2024). Nella Van den Brandt: Religion, gender, and race in Western European arts and culture: Thinking through religious transformation [Book review]. Nordic Journal of Religion and Society, 37(2), 129–130. https://doi.org/10.18261/njrs.37.2.6

Ulfah, S. M., Syafitri, J., & Hafis, M. (2025). Recognizing Women’s Agency: Historical Depictions of Zubaidah bint Ja’far’s Philanthropic Activities and Patronage within the Abbasid Public Sphere. An-Nida’, 49(1), 1–16. https://doi.org/10.24014/an-nida.v49i1.35237

Wadud, A. (1999). Qur'an and woman: Rereading the sacred text from a woman's perspective. Oxford University Press.

Wakirin. (2017). Wanita karir dalam perspektif Islam. Jurnal Pendidikan Islam Al-I'tibar, 4(1), 1–14.

Zakariah, A. A., Syidiqi, T. I. A., & Rafi’aturrahmah. (2026). Post-divorce maintenance, property, and child welfare in Indonesia: A comparative study with Malaysia and Saudi Arabia. Usriyyat: Indonesian Journal of Islamic Family Law, 1(1), 1–21. https://doi.org/10.66277/uijifla.1.1.2

Zed, M. (2004). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-10-31

Cara Mengutip

Muntashir, M. H., Khiyaroh, K., Muslih, M., Wirawan, A. R., & Musaddad, A. A. (2026). The Dual Roles of Career Women in the Family: A Critical Analysis of the Narrative of Dysfunction in Relational Justice. Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia, 6(3), 196-216. https://doi.org/10.52436/1.jishi.636