https://www.ojs.journals.id/index.php/jishi/issue/feed Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia 2026-02-26T23:42:53+07:00 Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia infojournalsid@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia (JISHI)</strong> merupakan Jurnal Ilmiah Nasional yang menerbitkan artikel hasil penelitian dan gagasan ilmiah dari Dosen, Peneliti, dan Praktisi dari seluruh Indonesia .<strong>Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia (JISHI)</strong> terbit 2 kali dalam 1 tahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember. JISHI terdaftar di LIPI dengan P-ISSN 2797-3999 dan E-ISSN 2797-4561. JISHI telah terakreditasi SINTA 5 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Berdasarkan SK Nomor <span class="fontstyle0">0547/E5/DT.05.00/2024. </span>SK Akreditasi dapat di unduh <a title="SK Akreditasi" href="https://drive.google.com/file/d/1_qFAy6RSZ3dxUi-0R3i8H1Wh1qmN5sM4/view?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener">disini</a>.</p> <p><strong>Informasi Jurnal</strong><br />Nama : Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia<br />Nama Pendek : JISHI<br />Kependekan : <em>Jur. Ilmu Sos. Hum. Indonesia</em> (JISHI)<br />Frekuensi Terbit : 2 edisi setiap tahun (Juni dan Desember)<br />DOI : 10.52436/1.jishi.idpaper<br />P-ISSN : 2797-3999<br />e-ISSN : 2797-4561<br />Author Fees / APC : Rp. 500.000,00<br />Scope : Ilmu Sosial dan Humaniora</p> https://www.ojs.journals.id/index.php/jishi/article/view/342 Analisis Tata Kelola Pemerintah Desa Sambongrejo Terhadap Pengelolaan Geosite Watu Gandul Kecamatan Gondang Bojonegoro 2025-10-25T13:58:21+07:00 Ichwan Hadi Saputra ichwanhs@gmail.com Chandra Bagus Triparwana candra195triparwana@gmail.com <p><em>Penelitian ini menganalisis tata kelola Pemerintah Desa Sambongrejo terhadap pengelolaan potensi wisata Geosite Watu Gandul di Kecamatan Gondang, Bojonegoro, yang saat ini terbengkalai. Permasalahan utama bersumber dari kurangnya responsivitas berbagai pihak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab utamanya adalah kurangnya perhatian dari Pemerintah Daerah dan Desa, yang berdampak pada infrastruktur yang tidak layak, serta kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang potensi geosite, diperparah dengan bubarnya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Hambatan eksternal turut memperburuk kondisi, seperti penutupan wisata saat Pandemi Covid-19 dan kendala finansial untuk mengelola lahan seluas hampir 12 hektar yang merupakan milik Perhutani. Akibatnya, minat wisatawan menurun karena akses yang sulit dan daya tarik geosite yang dianggap kurang menarik. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi dan wawancara mendalam, dengan data diolah menggunakan aplikasi NVivo12 Pro. </em></p> 2026-03-11T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 https://www.ojs.journals.id/index.php/jishi/article/view/365 Ketimpangan Gender dalam Film The Stoning of Soraya M.: Kajian Semiotika Roland Barthes 2025-10-25T14:13:58+07:00 Ahmad Ardiyanto Wijaya ricardoardiyanto98@gmail.com Jarot Wahyudi jarot.wahyudi@uin-suka.ac.id <p><em>Revolusi Iran 1979 membawa perubahan besar terhadap posisi perempuan melalui penerapan hukum agama yang menguatkan struktur patriarki dalam kehidupan sosial, politik, dan keluarga. Pembatasan ini memunculkan kritik luas, salah satunya melalui film The Stoning of Soraya M. yang merepresentasikan ketidakadilan gender melalui simbol visual dan naratif. Penelitian ini bertujuan mengungkap bentuk kritik terhadap ketimpangan gender yang dikodekan dalam film tersebut dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Analisis dilakukan dengan menelaah makna denotatif dan konotatif pada berbagai tanda dalam adegan serta karakter, kemudian mengidentifikasi mitos yang mengandung pesan kritik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini memuat kritik tajam terhadap penindasan perempuan di Iran, terutama terkait hilangnya ruang kebebasan setelah tumbangnya rezim Shah dan ketidakadilan dalam penerapan hukum agama yang sarat bias kepentingan. Temuan tersebut menegaskan bahwa ketidakadilan gender masih berlangsung dan bahwa perlawanan simbolik terus muncul selama ketimpangan tetap bertahan.</em></p> 2026-03-11T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 https://www.ojs.journals.id/index.php/jishi/article/view/346 Pengalaman Sosial Lansia dalam Pembentukan Makna Kebahagiaan: Studi Kualitatif di Panti Sahita Mulya 2025-11-06T10:34:37+07:00 Sri Metaria Permatasari sri.permatasari@mhs.unsoed.ac.id Soetji Lestari soetji.lestari@unsoed.ac.id Nanang Martono nanang.martono@unsoed.ac.id <p>Jumlah lansia semakin meningkat setiap tahunnya. Hal itu menjadi persoalan ketika jumlah lansia lebih banyak daripada usia produktif. Lansia dianggap beban dan keputusan keluarga memasukan lansia ke panti juga dianggap wujud penelantaran. Penelitian ini ingin menunjukkan bahwa terdapat lansia yang merasa lebih bahagia ketika tinggal di panti. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman sosial lansia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan penentuan informan menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Analisis data dilakukan menggunakan analisis interaktif, melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang keluarga memasukan lansia ke panti dipengaruhi oleh kondisi keluarga, kesehatan fisik dan mental yang membutuhkan perawatan intensif, serta ketiadaan keluarga inti. Lansia juga berhasil menemukan apa yang mereka sukai dan mampu memaknai hidupnya di panti. Lansia tetap bahagia dan mampu beradaptasi. Lansia menerima perubahan hidupnya, menjalankan aktivitas di panti, berbagi cerita dengan penghuni panti dan mampu memenuhi eksistensi diri. Dengan demikian, lansia terbebas dari perasaan terisolasi, keterasingan sosial, dan kurangnya akses layanan kesehatan. Lansia juga berhasil memaknai hidupnya di panti. Temuan ini berkontribusi untuk memperkaya kajian sosiologi keluarga untuk mengubah stigma negatif panti wredha menjadi ruang sosial yang adaptif bagi lansia.</p> 2026-02-26T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 https://www.ojs.journals.id/index.php/jishi/article/view/369 Peran dan Kontribusi Masyarakat Desa dalam Upaya Mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2025-12-02T05:31:17+07:00 Gunawan Gunawan gunawan@fisip.unsri.ac.id Aan Khosihan 22088892@siswa.um.edu.my <p><em>Konsep Sustainable Development Goals (SDGs) atau yang kita kenal sebagai tujuan pembangunan berkelanjutan, saat ini telah menjadi arah pembangunan baru yang diadopsi oleh bangsa Indonesia. Indonesia mengembangkan SDGs tersebut pada skala yang lebih kecil dan spesifik, yaitu SDGs Desa. SDGs desa dirancang untuk memiliki peran penting dalam membangun wilayah pedesaan agar masyarakatnya hidup lebih sejahtera. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana peran masyarakat desa dalam mewujudkan SDGs desa. Lokasi penelitian berada di Desa Bagan Sinembah Barat, Kabupaten Rokan Hilir Riau. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis deskriktif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Data yang kemudian terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan teori Struktural Fungsional, dengan pendekatan konsep AGIL dari Talcot Parsons. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat Desa Bagan Sinembah Barat memiliki peran yang sangat penting dalam upaya mewujudkan atau mencapai tujuan SDGs Desa. Misalnya dengan kontribusi pemuda desa dalam sektor ekonomi yang berkolaborasi dengan perangkat desa. Dalam konteks pembangunan desa, kolaborasi yang dilakukan antara pemerintah desa, masyarakat, dan juga kelompok pemuda menjadi bentuk nyata dari terjadinya kerja sama antar bagian sistem tersebut. Pemerintah desa memiliki peran sebagai unsur pengatur dan pengendali kebijakan, masyarakat menjalankan peran sebagai pelaksana sekaligus penerima manfaat, serta pemuda sebagai agen perubahan yang kemudian membawa inovasi dan kreasi serta energi baru dalam sebuah pembangunan.</em></p> 2026-03-11T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 https://www.ojs.journals.id/index.php/jishi/article/view/352 Analisis Karakter Perempuan dalam Film Horor Indonesia Tahun 2022-Juni 2025 2025-12-02T05:26:17+07:00 Salma Mualifah salma.mualifah@mhs.unsoed.ac.id Ica Juan Aerinda Putri ica.putri@mhs.unsoed.ac.id Hesti Rosita hesti.rosita@mhs.unsoed.ac.id Aisha Cahyarani Nabila aisha.nabila@mhs.unsoed.ac.id Nayla Fardha Qoshdia nayla.qoshdia@mhs.unsoed.ac.id Mutiara Putri Ayuningtiyas mutiara.ayuningtiyas@mhs.unsoed.ac.id Nanang Martono nanang.martono@unsoed.ac.id <p><em>Film horor mengalami pertumbuhan signifikan dengan jumlah produksi film yang pesat. Film horor menghadirkan tokoh perempuan untuk memerankan karakter tertentu. Fenomena ini menarik untuk diteliti karena film horor di Indonesia kerap memosisikan perempuan sebagai tokoh sentral, baik sebagai korban maupun sosok yang kuat dan menyeramkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk karakter perempuan dalam film horor Indonesia serta mengungkap peran yang melekat pada mereka. Metode yang digunakan adalah analisis isi kuantitatif dengan sifat nonreactive research terhadap 100 film horor Indonesia yang dipilih menggunakan teknik probability sampling, khususnya simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh perempuan dalam film horor Indonesia digambarkan secara beragam, mulai dari karakter lemah lembut, emosional, pemberani, hingga sosok keras kepala. Terdapat perbedaan dengan film horor pada tahun 90-an yang identik dengan unsur seks, komedi, dan kekerasan. Representasi perempuan dalam film horor Indonesia masih ada yang diposisikan dalam karakter rentan atau lemah, namun di sisi lain mulai muncul karakter yang berani, rasional, dan mampu mengambil keputusan. Hal ini menegaskan bahwa film horor tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mencerminkan perubahan cara pandang masyarakat terhadap perempuan. Hal ini menegaskan bahwa film horor tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mencerminkan perubahan cara pandang masyarakat terhadap perempuan. </em></p> 2026-03-11T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 https://www.ojs.journals.id/index.php/jishi/article/view/383 Relasi Kuasa dan Transformasi Konflik: Studi Kualitatif Komunitas Sega Mubeng Kota Baru Yogyakarta Berdasarkan Teori Dahrendorf 2025-12-02T05:40:36+07:00 Lahiria Wuliana Ahromi lianahromi@gmail.com <p><em>Penelitian ini mengkaji dinamika konflik laten dan proses pembentukan solidaritas dalam praktik filantropi lintas iman Komunitas Sega Mubeng yang beroperasi di Pastoran Gereja Katolik Padua, Kota Baru, Yogyakarta. Inisiatif berbagi makanan yang awalnya dimaksudkan sebagai respon terhadap kerentanan sosial masyarakat miskin kota justru memunculkan kecurigaan sebagian warga terhadap kemungkinan adanya kristenisasi. Situasi ini menunjukkan adanya ketegangan simbolik dan relasi kuasa yang tidak seimbang antara pihak gereja sebagai pemilik sumber daya dan masyarakat penerima bantuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana konflik laten tersebut muncul, dinegosiasikan, dan pada akhirnya bertransformasi menjadi bentuk solidaritas reflektif melalui kerangka teori konflik Ralf Dahrendorf. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, bertujuan memahami secara mendalam relasi kuasa, ketimpangan sosial, dan transformasi solidaritas di dalam komunitas tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi dan studi pustaka terhadap praktik kegiatan, interaksi volunteer, serta respon masyarakat penerima bantuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik laten berupa kecurigaan terhadap dominasi simbolik agama berakar pada ketimpangan otoritas antara pemberi dan penerima bantuan. Namun, melalui interaksi yang konsisten, terbuka, dan non-dogmatis, prasangka tersebut berangsur hilang dan bergeser menjadi kepercayaan. Transformasi ini memperlihatkan bahwa konflik dapat berfungsi sebagai mekanisme perubahan sosial positif yang memperkuat kohesi sosial dalam masyarakat plural. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap penguatan teori konflik Dahrendorf melalui bukti empiris praktik filantropi lintas iman serta menawarkan implikasi bagi pengembangan model solidaritas sosial di ruang publik Indonesia.</em></p> 2026-03-11T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026