Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia
https://www.ojs.journals.id/index.php/jishi
<p><strong>Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia (JISHI)</strong> merupakan Jurnal Ilmiah Nasional yang menerbitkan artikel hasil penelitian dan gagasan ilmiah dari Dosen, Peneliti, dan Praktisi dari seluruh Indonesia .<strong>Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia (JISHI)</strong> terbit 4 kali dalam 1 tahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. JISHI terdaftar di LIPI dengan P-ISSN 2797-3999 dan E-ISSN 2797-4561. JISHI telah terakreditasi<strong> SINTA 3</strong> oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi. Berdasarkan SK Nomor 355/DST/D.D1/HM.01.01/2026<span class="fontstyle0">. </span>SK Akreditasi dapat di unduh <a title="SK Akreditasi" href="https://drive.google.com/drive/folders/1zB6aOGo0pXBx8I9Tj6OAxxCmfnFaPbdn?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener">disini</a>.</p> <p><strong>Informasi Jurnal</strong><br />Nama : Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia<br />Nama Pendek : JISHI<br />Kependekan : <em>Jur. Ilmu Sos. Hum. Indonesia</em> (JISHI)<br />Frekuensi Terbit : 4 edisi setiap tahun (Februari, Mei, Agustus, dan November)<br />DOI : 10.52436/1.jishi.idpaper<br />P-ISSN : 2797-3999<br />e-ISSN : 2797-4561<br />Author Fees / APC : Rp. 1000.000,00 (satu juta rupiah)<br />Scope : Ilmu Sosial dan Humaniora</p>CV Infinite Corporationid-IDJurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia2797-3999Efektivitas Menggambar Dalam Mengurangi Emosi Negatif Pada Mahasiswa
https://www.ojs.journals.id/index.php/jishi/article/view/520
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kegiatan menggambar ekspresif dalam mengurangi emosi negatif pada mahasiswa. Emosi negatif seperti stres, kecemasan, dan depresi dapat berdampak pada kesejahteraan psikologis serta aktivitas akademik mahasiswa apabila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain <em>one-group pretest–posttest</em>. Subjek penelitian berjumlah 14 mahasiswa di Kalimantan Timur yang tergabung dalam satu kelompok eksperimen. Pengukuran emosi negatif dilakukan menggunakan instrumen <em>Depression Anxiety Stress Scale </em>(DASS-21) sebelum dan sesudah intervensi menggambar. Intervensi berupa kegiatan menggambar ekspresif selama satu jam tanpa penilaian hasil gambar, sehingga peserta dapat mengekspresikan emosi secara bebas. Analisis data dilakukan menggunakan uji <em>Wilcoxon Signed Ranks </em>karena data tidak berdistribusi normal dan jumlah subjek kurang dari 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menggambar tidak efektif secara statistik dalam menurunkan emosi negatif dengan nilai signifikansi sebesar 0,058 (p > 0,05). Meskipun demikian, hasil wawancara menunjukkan manfaat subjektif berupa perasaan lebih rileks, tenang, dan lega setelah menggambar. Dengan demikian, kegiatan menggambar berpotensi menjadi sarana coping dan relaksasi emosional bagi mahasiswa meskipun belum terbukti signifikan secara kuantitatif. Temuan kualitatif ini mengisyaratkan bahwa menggambar ekspresif dapat diintegrasikan sebagai salah satu strategi pendukung layanan kesehatan mental berbasis kampus, sehingga disarankan penelitian lanjutan dengan durasi intervensi yang lebih panjang dan desain terkontrol untuk menguji efektivitasnya secara lebih meyakinkan.</p>Santi SantiErika ErikaIra Natasya IswandariSheti ShetiEsrin EsrinIndo SennangDesti Purnamasari
Hak Cipta (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-08-312026-08-316211812510.52436/1.jishi.520Pengaruh Kepercayaan Penggunaan Artificial Intelligence terhadap Self-Regulated Learning Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
https://www.ojs.journals.id/index.php/jishi/article/view/575
<p><em>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepercayaan penggunaan Artificial Intelligence (AI) terhadap Self-Regulated Learning (SRL) pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif survei dengan desain regresi linier sederhana. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif UMKT sebanyak 12.545 orang, dengan sampel penelitian berjumlah 266 responden yang ditentukan melalui teknik purposive sampling berdasarkan tabel Isaac & Michael dengan tingkat kesalahan 10 persen. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala Self-Regulated Learning dari Dirgandiana dan Trust in Automation Scale (TIAS) dari Jian. Hasil analisis data menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara kepercayaan penggunaan AI terhadap SRL mahasiswa UMKT dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Nilai koefisien determinasi sebesar 0,072 menunjukkan bahwa variabel kepercayaan penggunaan AI memberikan kontribusi sebesar 7,2 persen dalam menjelaskan variasi SRL, sementara 92,8 persen sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Kesimpulannya, keyakinan mahasiswa akan kegunaan teknologi AI menjadi pendorong nyata bagi mereka untuk lebih mandiri dalam merencanakan, memantau, dan mengevaluasi proses belajarnya. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa penyediaan fasilitas dan panduan teknologi berbasis AI di kampus dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan efektivitas belajar mandiri mahasiswa.</em></p>Wahana Prakarti IswaraTri AstutiMuslimin Nulipata
Hak Cipta (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-212026-09-216216517510.52436/1.jishi.575Pengembangan Alat Ukur Techno-stress Pada Pekerja Formal
https://www.ojs.journals.id/index.php/jishi/article/view/539
<p><em>Techno-stress adalah stres, kecemasan, atau ketegangan mental yang timbul dari penggunaan teknologi secara berlebihan atau ketidakmampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi yang cepat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan alat ukur techno-stress yang valid dan reliabel bagi pekerja formal di Indonesia berdasarkan lima dimensi: techno-overload, techno invasion, psychological impacts, physiological impacts, dan organizational implication. Sebanyak 236 pekerja formal dari berbagai sektor berpartisipasi sebagai responden. Menggunakan pendekatan kuantitatif, validasi skala dilakukan melalui Content Validity Index (CVI) Aiken oleh enam expert judgment, dilanjutkan uji validitas konstruk dengan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dan uji reliabilitas. Seleksi aitem menghasilkan 25 aitem final dengan model yang fit (CFI = 0,954) dan Cronbach’s Alpha = 0,924. Kebaruan instrumen ini terletak pada cakupan kelima dimensi techno-stress yang mengintegrasikan kelima dimensi dalam satu alat ukur yang divalidasi secara empiris pada pekerja formal di Indonesia, sehingga mengisi kesenjangan instrumen yang belum tersedia untuk populasi ini. Instrumen ini dapat dimanfaatkan organisasi dan praktisi SDM untuk merancang intervensi manajemen stres kerja di era digital.</em></p>Vasya Azkiya SalsabilaAlia Nabilah RamadhaniTira YunandaViona Amelia PutriAyu Agista PutriSasi Aisyah KurniaMuslimin NulipataRahayu FaridaDesti Purnamasari
Hak Cipta (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-08-312026-08-316212613510.52436/1.jishi.539Dynamic Interactive Social Cognition Training in Virtual Reality (DiSCoVR): Implikasi dan Temuan
https://www.ojs.journals.id/index.php/jishi/article/view/577
<p><em>Individu dengan gangguan Autism Spectrum Disorder(ASD) menghadapi tantangan dalam kognisi sosial, sehingga teknologi imersif seperti Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), AI, dan robotika sosial menjadi solusi yang inovatif. Dynamic Interactive Social Cognition Training in Virtual Reality (DiSCoVR) menawarkan pendekatan yang interaktif untuk meningkatkan kognisi sosial melalui simulasi lingkungan yang realistis dan terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas DiSCoVR dibandingkan dengan intervensi non-VR dan teknologi lain (AR, AI, robotika) dalam meningkatkan kemampuan kognisi sosial pada individu dengan ASD. Penelitian ini menggunakan tinjauan sistematis dengan menggunakan model PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) untuk memastikan artikel yang dianalisis memenuhi kriteria penelitian. Dari 2.633 artikel yang diidentifikasi, 23 artikel memenuhi kriteria. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa DiSCoVR memiliki potensi dalam meningkatkan kemampuan kognisi sosial dibandingkan dengan intervensi tradisional. Dari 23 artikel yang disertakan, 15 melaporkan temuan yang mendukung manfaat intervensi atau teknologi yang dievaluasi, sedangkan delapan lainnya menunjukkan hasil campuran, tidak menemukan efek yang signifikan, atau tidak mengevaluasi efektivitas secara langsung. Secara keseluruahan, temuan menunjukkan bahwa efektivitasnya bervariasi tergantung pada durasi pelatihan dan karakteristik individu dengan ASD. Temuan ini menyoroti pentingnya pendekatan yang dipersonalisasi dan di integrasi dengan teknologi dalam terapi pada individu dengan gangguan ASD. Rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut untuk DiSCoVR agar dapat diterapkan pada kasus klinis yang lainnya.</em></p>Rafif SalsabilaRifdah Septi AwaliaAlfiza Fakhriya Haq
Hak Cipta (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-212026-09-216217619510.52436/1.jishi.577Analisis Psikometrik Skala Strategi Coping Mahasiswa dalam Menyelesaikan Beban Akademik Berbasis CVI AIKEN dan CFA
https://www.ojs.journals.id/index.php/jishi/article/view/545
<p><em>Beban akademik merupakan tuntutan pembelajaran yang berpotensi menimbulkan stres akademik apabila dipersepsikan melebihi kemampuan mahasiswa untuk mengatasinya. Meskipun berbagai instrumen strategi coping telah digunakan, instrumen tersebut umumnya mengukur coping terhadap stres secara umum sehingga belum secara spesifik mengukur strategi coping mahasiswa dalam menghadapi beban akademik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji kualitas psikometrik Skala Strategi Coping Mahasiswa dalam Menghadapi Beban Akademik berdasarkan teori Lazarus dan Folkman (1984). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei terhadap 209 mahasiswa aktif dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Validitas isi diestimasi menggunakan teknik Content Validity Index (CVI) dari Aiken, validitas konstruk diestimasi menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA), serta reliabilitas menggunakan Chronbach’s Alpha. Dari 150 item awal diperoleh 41 item yang memenuhi kriteria valid dan reliabel. Hasil CFA menunjukkan model memenuhi kriteria goodness of fit, sedangkan koefisien Chronbach’s Alpha sebesar 0,909 menunjukkan konsistensi internal yang sangat baik. Skala ini layak digunakan untuk mengevaluasi strategi coping mahasiswa dalam menghadapi beban akademik serta mendukung layanan konseling, pendampingan akademik, intervensi psikologis di perguruan tinggi.</em></p>Adinda Taradiva Roni SaputriDhaniel Yudha PrasetyoAthya Febriana PutriAuliya Zahra Rizki AnandaLaila Muzzammil NurRita Aprilia PutriRahayu FaridaDesti Purnamasari
Hak Cipta (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-08-312026-08-316213615010.52436/1.jishi.545Peran Perempuan dalam Kemandirian Ekonomi Keluarga Petani Sawit: Studi Kasus di Desa Sukatani, Banyuasin
https://www.ojs.journals.id/index.php/jishi/article/view/606
<p><em>Kemandirian keluarga petani sawit tidak hanya ditentukan oleh kepemilikan lahan dan pendapatan kebun, tetapi juga oleh peran perempuan dalam mengelola kehidupan ekonomi rumah tangga. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran perempuan dalam membangun kemandirian ekonomi keluarga petani sawit di Desa Sukatani, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap keluarga petani sawit serta aktor lokal terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan berperan penting dalam pengelolaan ekonomi rumah tangga, pembagian kerja produktif-domestik, pengambilan keputusan keluarga, serta penguatan strategi nafkah melalui jaringan sosial. Perempuan tidak hanya berfungsi sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai aktor utama yang menjaga stabilitas ekonomi dan keberlanjutan keluarga petani sawit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemandirian keluarga petani sawit merupakan proses sosial yang dibentuk melalui relasi gender dalam rumah tangga. Implikasi penelitian menunjukkan pentingnya program pemberdayaan petani sawit yang lebih sensitif terhadap gender dengan menempatkan perempuan sebagai subjek utama pembangunan keluarga petani.</em></p>Elita AidillahDecka Pratama PutraAdetia WulindariGita IsyanawulanGhina Reftantia
Hak Cipta (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-112026-09-116215116410.52436/1.jishi.606